Sejarah Berdirinya Bangsa Indonesia Secara Singkat

Sponsors Links

Negara Nusantara kita ini merupakan sebuah negara kepulauan dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa banyaknya. Indonesia terletak di antara tanah besar Asia Tenggara dan Australia dan di antara Samudera Hinida dan Samudra Pasifik. Selain itu, Indonesia memiliki 16.056 pulau bernama yang diajukan ke Sejarah Berdirinya PBB pada tahun 2018 dan memiliki peringkat ke-5 dengan jumlah pulau terbanyak di dunia. Pada tahun 2017, terhitung bahwa jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 264 juta penduduk dengan peringkat ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia berdasarkan 1 Juli 2018.

Era Pra Kolonial

Era sebelum datangnya para penjajah, Sejarah Berdirinya Bangsa Indonesia hanyalah terdiri dari pulau dan tanah saja yang dikuasai oleh beberapa kerajaan dan kekaisaran yang muncul.  Nusantara kita yang luas ini masih kurang memiliki rasa persatuan sosial dan politik dikarenakan adanya beberapa kondisi peperangan antara satu sama lain. Meskipun begitu, tidak hanya peperangan saja tetapi terkadang mereka juga hidup berdampingan dan damai dengan satu sama lain. Meskipun demikian, jaringan perdagangan pada masa itu telah berkembang di wilayah ini sejak awal permulaan negara Asia. Sebuah kerajaan akan mendapatkan kekayaan dan komoditas yang diperlukan untuk berkembang jika terhubung ke jaringan perdangan ini.

1. Kerajaan Hindu Budha

Sejarah Berdirinya Bangsa Indonesia bermula pada Era kerajaan di indonesia yang bercorak Hindu Budha di Nusantara yang berkuasa di beberapa pulau. Kerajaan pertama yang berdiri di Indonesia adalah Sejarah Kerajaan Kutai yang berasal dari Kalimantan Timur dengan adanya penemuan prasasti Kutai yang merupakan prasasti tertua yang ditemukan. Kerajaan ini sudah ada sejak sekitar tahun abad ke-4 Masehi dan dibangun oleh Kudungga. Prasasti yang ditulis menggunakan bahasa Sansekerta dengan tulisan Palawa, tulisan yang dikembangkan di India Selatan sekitar abad ke 3 Masehi. Setelah itu, Sejarah Kerajaan Tarumanegara pun berdiri pada tahun 358 oleh Raja Jayasingmarwan. Abad ke 7, Sejarah Kerajaan Sriwijaya yang bercorak Budha juga didirikan di Palembang oleh Raja Sri Jaya Naga. Selanjutnya, kerajaan yang didirikan adalah Sejarah Kerajaan Mataram kuno dengan dua agama sekaligus dengan Raja Sanna sebagai raja pertamanya.

Kerajaan berikutnya yang berdiri adalah Sejarah Kerajaan Kediri pada abad ke 12 di tepi sungau Brantas, Jawa Timur dengan Raja Sri Jayawarsa Digjaya Shastraprabu. Kerajaan Singasari didirika satu abad berikutnya dengan penuh kontroversi. Raja pertamanya adalah Ken Arok yang dengan tipu muslihatnya mampu membangun Kerajaan Singasari. Dan kerajaan Hindu Budah terakhir adalah Kerajaan Majapahit yang dibangun oleh Raja Raden Wijaya. Di kerajaan inilah dimana Gajah Mada membuat Sumpah Palapa.

2. Kerajaan Islam

Penyebaran agama Islam sebenarnya sudah dimulai sejak abad ke 7 tetapi masih termasuk minoritas karena pada saat itu, kekuasaan agama Hindu lebih besar. Penyebaran Islam dilakukan melalui perdagangan luar Nusantara. Pedagang-pedagang ini menyebarkan Islam kepada pedagang lainnya ataupun penduduk asli setempat dan ajaran tersebut disebarkan lagi ke orang lain hingga banyak masyarakat memeluk agama Islam. Kerajaan Islam pun mulai dibangun pada awal abad ke 13. Sejarah Kerajaan Islam di indonesia pertama yang dibangun adalah Kerajaan Samudra Pasai di Sumatera Utara dengan pimpinan Sultan Malik Al Saleh. Dari kerajaan ini, kepercayaan Islam pun mulai menyebar kea rah timur melalui perdagangan hingga pada abad ke 14, beberapa kota Islam muncul di pesisir pantai utara Jawa.

Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit mulai menurun karena konflik suksesi dan meningkatkan kekuasaan Islam. Sebuah negara perdagangan baru, Malaka, adalah salah satu dari kekuatan baru yang menjadi pelabuhan yang sangat sukses dengan fasilitas menguntungkan dalam jaringan perdagangan yang luas membentang dari Cina dan Maluku hingga ke ujung timu Afrika dan ujung barat Mediterania. Selain itu, kerajaan-kerajaan Islam juga mulai berdiri, diantaranya adalah Kerajaan Aceh, Sejarah Kerajaan Demak, sejarah berdirinya Kerajaan Banten, Kerajaan Mataram Islam, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Makassar, Kerajaan Ternate dan Tidore, dan Kerajaan Banjar.

Sponsors Link

Era Penjajahan Kolonial

Karena Indonesia telah dikenal dengan sumber daya alamnya yang melimpah yang bermula dari Malaka, bangsa Eropa mulai mendengar cerita-ceritanya dan menggoda bangsa Portugis untuk berlayar menuju Indonesia. Pada tahun 1511, Portugis menaklukkan Malaka dibawah pimpinan Alfonso de Albuqurque. Simak juga masa kolonial Eropa di Indonesia.

Tidak hanya Portugis, Belanda juga mulai tertarik untuk memasuki jaringan perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara. Tetapi pada akhirnya, perdagangan rempah-rempah ke Eropa malah merugikan karena persaingan bangsa Eropa membuat harga rempah di Nusantara menjadi mahal dan harga jual di Eropa menjadi murah. Maka dari itu, Belanda memuruskan untuk menggabungkan semua badan usaha pesaing menjadi satu dengan nama Serikat Dagang Hindia Timur (Vereenigde Oost Indische Compagnie, disingkat VOC).

Sejarah Berdirinya VOC dapat menyebarkan kekuasaannya dengan cepat di Nusantara dan mendapat kendali untuk produksi cengkeh dan pala di Kepulauan Banda (Maluku) dengan melakukan aksi-aksi pemaksaan ekstrim seperti pembataian massal. Sejarah VOC Belanda juga mulai menjadi peran sentral dalam jaringan perdagangan Belanda dan menggunakan peran mereka untuk mulai mengadu dombakan bangsa Nusantara. Kerajaan Mataram yang besar sempat terpecah belah di bawah kekuasaan Belanda.

ads

Eksploitasi penjajah pun berlanjut hingga tahun 1619 dimana pendudukan Jawa oleh VOC dan itu menjadi bagian terkelam sejarah Indonesia. Dimulai dari pendirian Batavia, dan setelahnya VOC menjadi sangat berperan dalam politik pulau Jawa dan melakukan perang dengan Mataram dan Banten beberapa kali. Pada tahun 1800, VOC mengalami kebangkrutan dan sempat dibubarkan dan Thomas Stamford Raffles ditunjuk untuk ambil alih. Pada tahun 1830, Belanda menerapkan Cultuurstelsel dan membawa Belanda dan Indonesia menuju kemakmuran tetapi dihapus pada tahun 1870. Setelah itu, Belanda mulai menerapkan Politik Etis, dimana Belanda memberikan inverstasi bagi Pendidikan orang pribumi, pada tahun 1901 sebagai upaya lainnya untuk merayu masyarakat Indonesia yang masih kurang berpendidikan.

Gerakan Perlawanan Menuju Kemerdekaan

Gerakan Nasionalis pertama yang dilakukan adalah pembetukan Serikat Dagang Islam pada tahun 1905, seperti sejarah berdirinya Hizbut Tahrir, dan diikuti dengan gerakan berikutnya oleh Budi Utomo pada tahun 1908 seperti sejarah perang Banjar. Hingga pada tahun 1940, pada awal Perang Dunia II, Belanda ditaklukan oleh Nazi Jerman maka Belanda sempat mengumumkan keadaan siaga dan mengalihkan ekspor dari Jepang ke AS dan Britania. Negosiasi gagal dan Jepang mulai menaklukan Asia Tenggara pada Desember 1941. Pada bulan yang sama, faksi nasionalis Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi. Pada akhirnya, pasukan Belanda kalah dengan Jepang pada Maret 1942.

Jepang mulai meguasai Jepang sejak tahun 1942, dimana Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye public dan membentuk pemerintahan. Meskipun diberi bantuan, pengalaman penguasaan Jepang sangat bervariasi, tergantung dari status sosial dan area tempat tinggal. Bagi yang tinggal di area yang dianggap penting dalam perang, masyarakat mengalami siksaan, penahanan sembarangan, hingga hukuman mati. Selain itu, masyarakat Belanda dan campuran Indonesia-Belanda juga menjadi sasaran penguasa Jepang.

Pada Maret 1945, Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan BPUPKI melakukan pertemuan-pertemuan untuk membicarakan mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia. Simak juga sejarah berdirinya BPUPKI. Pada 9 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, dan Radjiman diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi yang mengabarkan bahwa pasukan Jepang sedang dalam proses menuju kehancuran. Meskipun begitu, Jepang ingin Indonesia merdeka pada 25 Agustus 1945.

Mendengar kabar tersebut pada tanggal 16 Agustus, Soekarno akhirnya membacakan Proklamasi pada hari berikutnya tanggal 17 Agustus 1945. Simak juga makna proklamasi kemerdekaan indonesia. Kabar proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia. PETA (Pasukan Pembela Tanah Air), para pemuda, dan lainnya langsung mempertahankan kediaman Soekarno di hari itu.

PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) melantik Soekarno sebagai presiden pada tanggal 18 Agustus 1945 dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dengan menggunakan konstitusi yang telah dirancang. Kemudia, parlemen sementara dibentuk berupa KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) hingga pemilu dapat dilaksanakan. Pada tanggal 31 Agustus, pemerintahan baru dideklarasikan dan menghendaki Republik Indonesia terdiri dari 8 provinsi:

  • Sumatra
  • Kalimantan (tidak termasuk wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei)
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Sulawesi
  • Maluku (termasuk Papua)
  • Nusa Tenggara

Jadi itulah Sejarah Berdirinya Bangsa Indonesia. Sejak saat itu, Indonesia telah merdeka dan terus berkembang negaranya hingga sekarang menjadi tanah air bangsa dan negara.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,




Post Date: Wednesday 21st, November 2018 / 03:44 Oleh :
Kategori : Indonesia