Sejarah Hari AIDS Sedunia (1 Desember) Paling Lengkap

Sponsors Links

Tubuh manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk  melawan penyakit, kuman dan bakteri. Tetapi kemampuan ini hilang karena adanya penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sistem imun manusia sehingga ketahanan tubuhnya terganggu. Pengidap HIV tidak akan bisa melawan banyak penyakit sehingga sangat mudah terjangkit berbagai penyakit yang ada. Kelompok penyakit yang muncul karena disebabkan oleh penurunan sistem imun tersebut dinamakan AIDS.

Para pengidap HIV dan AIDS di Indonesia disebut ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Diperkirakan sekitar 38,6 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi AIDS dan sebanyak 25 juta orang telah meninggal karena AIDS sehingga penyakit ini telah menjadi salah satu wabah paling mematikan yang tercatat dalam sejarah. Pengobatan yang tersedia berupa antiretoviral yang dapat mengurangi tingkat kematian dan tingkat keparahan infeksi HIV tetapi tidak semua negara memiliki akses terhadap pengobatan tersebut.

Pencetusan Hari AIDS Sedunia

Hari AIDS sedunia merupakan salah satu dari delapan kampanye mengenai kesehatan publik global yang resmi ditandai oleh WHO seperti Hari Kesehatan Dunia, Hari Donor Darah Dunia, Pekan Imunisasi Dunia, Hari Tuberkulosis Dunia, Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Hari Malaria Dunia dan Hari Hepatitis Dunia. AIDS diidentifikasi secara resmi pada tahun 1984 sehingga membuat masyarakat dunia mengalami ketakutan massal. Demo terjadi di mana – mana termasuk di Amerika Serikat. Sejumlah 1000 orang demonstran mendatangi FDA dan menuntut percepatan proses persetujuan obat untuk penyakit AIDS. Ketahui juga mengenai sejarah berdirinya pbb dan sejarah berdirinya hmi.

Sejarah hari AIDS sedunia pertama kali digagas oleh James W. Bunn dan Thomas Netter yaitu dua pegawai WHO bagian informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Jenewa, Swiss. Bunn dan Netter kemudian menyampaikan idenya kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS global yang sekarang dikenal dengan nama UNAIDS. Konsep tersebut kemudian disetujui Dr. Mann dan sepakat mengenai rekomendasi keduanya untuk menetapkan Hari AIDS sedunia pada 1 Desember 1988.

Tanggal 1 Desember dipilih karena menurut teori Bunn, tahun 1988 adalah tahun pemilihan politik di Amerika Serikat. Maka media massa kemungkinan akan lelah dengan liputan politiknya dan akan bersemangat untuk mencari cerita baru yang akan diliput. Penetapan Hari AIDS sedunia akan memastikan perhatian media massa yang tidak terbagi dengan berita pemilihan umum tersebut. Tanggal 1 Desember sudah berjarak cukup lama dari kegiatan pemilu dan cukup dekat dengan liburan natal sehingga tidak ada kegiatan besar lainnya dalam agenda pemberitaan media massa. Ketahui juga mengenai sejarah hari ibu di Indonesia , sejarah hari valentine dan sejarah hari air sedunia.

Awal Karir James Bunn

James Bunn sebelumnya adalah seorang reporter yang meliput epidemi AIDS untuk PIX TV di San Fransisco. Ia kemudian bersama dengan produsernya Nansy Saslow mulai memikirkan dan memulai kampanye berjudul “AIDS Lifeline” yaitu sebuah kampanye yang ditujukan untuk penyadaran kepada masyarakat dan pendidikan kesehatan yang dihubungkan dengan berbagai stasiun televisi di Amerika Serikat. Kampanye ini mendapatkan penghargaan Peabody Award dan Emmy Nasional pertama untuk stasiun televisi lokal di AS.

Pada tahun 1986 proyek tersebut mendapat penghargaan yang diserahkan oleh Presiden Reagan. Dr. Mann atas nama pemerintah AS kemudian meminta Bunn untuk mengambil cuti selama dua tahun dari tugas kewartawanannya dan bergabung dengan Dr. Mann. Tujuan penawaran tersebut adalah untuk membantu menciptakan program AIDS global. Bunn yang menerima tugas tersebut kemudian diangkat sebagai Petugas Informasi Umum Pertama untuk Program AIDS Global. Bersama Netter, ia kemudian menciptakan dan mengimplementasikan rancangan Hari AIDS sedunia pertama.


Pita Merah Sebagai Lambang AIDS

Sejarah hari AIDS sedunia merupakan kesempatan untuk menunjukkan solidaritas terhadap jutaan orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia. Kebanyakan orang melakukan aksi solidaritas ini dengan memasang simbol kesadaran HIV pada hari itu  berupa pita merah. Pita merah yang dipilih sebagai lambang AIDS adalah sebuah simbol kesadaran akan penyakit AIDS, sebagai simbol solidaritas dari orang – orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Pada tahun 1991, satu dekade setelah kasus HIV, 12 orang seniman berkumpul di sebuah galeri di New York East Village. Mereka mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan proyek baru untuk VISUAL AIDS, organisasi seni kesadaran AIDS New York.

Inspirasi datang dari pita kuning yang diikat ke pohon untuk menunjukkan dukungan terhadap anggota militer AS yang berperang di Teluk. Warna merah dipilih karena ketajaman warnanya, dan untuk makna simbolis melambangkan semangat, hati dan cinta. Bentuk pita merah dibuat seperti simbol Victory terbalik yang menandakan bahwa belum ada kemenangan dalam pemberantasan HIV. Sejak saat itu, berkat kampanye yang dilakukan para seniman ini pita merah semakin terkenal dan digunakan setiap ada kampanye yang berkaitan dengan AIDS dan pada sejarah hari AIDS sedunia.

Pembentukan UNAIDS

UNAIDS adalah program bersama bentukan PBB yang khusus menangani kampanye HIV / AIDS sejak tahun 1996. Pada tahun 1997 UNAIDS menciptakan kampanye AIDS sedunia berupa program untuk melakukan komunikasi, pencegahan dan pendidikan sepanjang tahunnya. Misi utama UNAIDS yaitu untuk memperkuat dan mendukung respon yang meluas terhadap masalah HIV dan AIDS termasuk mencegah penularan HIV, menyediakan fasilitas serta dukungan terhadap para penderita, mengurangi kerentanan terhadap HIV dan mengurangi dampaknya.

UNAIDS memimpin kampanye dalam sejarah hari AIDS sedunia mulai pembentukannya sampai tahun 2004 dan memilih tema – tema tahunan untuk peringatan hari AIDS melalui konsultasi dengan organisasi kesehatan global yang lain. Tema kampanye UNAIDS pada dua tahun pertama sempat menuai kritik karena memfokuskan anak – anak dan orang muda saja, padahal pada kenyataannya semua orang beresiko terhadap AIDS. Simak juga mengenai sejarah paskibraka, dan sejarah lagu Indonesia Raya.

World AIDS Campaign atau Kampanye AIDS dunia pada tahun 2004 menjadi organisasi nirlaba independen sehingga mereka mulai menentukan tema kampanyenya sendiri terlepas dari UNAIDS. Sejak tahun 2008, tema setiap tahun dipilih oleh Global Steering Commitee of The World AIDS Campaign (WAC). Untuk setiap hari AIDS sedunia sejak tahun 2005-2010 temanya hanya satu, yaitu “Stop AIDS, keep the promise”. Desain tema ini dibuat untuk mendorong para pimpinan politik untuk mempertahankan komitmen agar dapat mencapai akses universal untuk pencegahan HIV/AIDS, perawatan dan dukungan.

Sejarah hari AIDS sedunia sangat penting diperingati untuk memperingatkan publik dan pemerintah mengenai masalah virus yang belum tuntas tersebut. Adanya peringatan tahunan juga diperlukan untuk menyatukan berbagai orang dalam perjuangan memerangi HIV dan AIDS. Masih ada kebutuhan vital untuk menggalang dana, meningkatkan kesadaran, melawan prasangka dan memperbaiki mutu pendidikan. Saat ini kemajuan ilmu pengetahuan telah dibuat dalam perawatan HIV.

Ada banyak hukum yang melindungi orang dengan HIV yang tidak mengetahui faktanya terutama untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Adanya stigma dan diskriminasi merupakan hal yang umum untuk banyak orang yang hidup dengan kondisi tertentu. Sejarah hari AIDS sedunia mungkin hanya akan berlangsung satu hari dalam setahun, tetapi Anda masih tetap dapat menunjukkan dukungan terhadap  penderitanya sepanjang tahun.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Monday 25th, February 2019 / 03:35 Oleh :
Kategori : Dunia