21 Biodata Pahlawan Nasional Dari Jawa Timur

Sponsors Links

Propinsi Jawa Timur sebagai bagian dari pulau yang terletak pusat pemerintahan Indonesia juga menorehkan sejarah tersendiri dalam perjuangan kemerdekaan melawan penjajah dengan banyak Candi di Jawa Timur seperti Sejarah Candi Bajang Ratu, Sejarah Candi Kedaton, dan Sejarah Candi Jago. Ada banyak pejuang yang telah ditetapkan dan dikenali sebagai pahlawan nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia, sebagian besar karena data – data yang lebih mudah diperoleh dan lengkap mengenai sepak terjang perjuangan mereka di masa kemerdekaan. Berikut ini adalah beberapa nama pahlawan nasional dari Jawa Timur yang tercatat.

1. Abdul Wahab Hasbullah

Lahir pada tahun 1888 di Kabupaten Jombang dan wafat pada tahun 1971. Ia adalah salah seorang tokoh agama Islam dan pendiri Nadhlatul Ulama. Ditetapkan sebagai pahlawan nasional dari Jawa Timur pada tahun 2014. Ketahui juga mengenai nama pahlawan nasional dari jawa tengah dan nama pahlawan nasional dari riau.

2. Mayor Jenderal TNI Purn. Basuki Rahmat

Lahir pada 1921 di Kabupaten Tuban dan meninggal pada 1969 di Jakarta. Ia adalah seorang Jenderal TNI dan saksi dari peristiwa penandatanganan Supersemar, yaitu dokumen berisi serah terima kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto. Ia juga menjadi Menteri Dalam Neegeri Indonesia ke 16 dari tahun 1966-1969. Ditetapkan sebagai pahlawan nasional dari Jawa Timur pada tahun 1969.

3. Oemar Said Tjokroaminoto

Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto atau lebih dikenal dengan nama H.O.S Cokroaminoto lahir pada 1883 di Kabupaten Ponorogo dan wafat pada 1934 di Yogyakarta. Beliau seorang politisi, pemimpin Sarekat Islam dan mentor dari Soekarno, bahkan menikahkan anaknya dengan Soekarno. Mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun 1961.

4. Ernest Douwes Dekker

Dikenal dengan nama lain Dr. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker atau Danudirdja Setiabudi, lahir pada 1879 di Pasuruan dan wafat pada 1950 di Bandung. Seorang jurnalis dan politisi Indonesia yang membantu dalam perjuangan kemerdekaan. Ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1961.

5. Harun Bin Mandar

Juga dikenal dengan nama Kopral Dua KKO Anm. Harun Tohir, lahir 14 April 1943 di Bawean, Kab. Gresik dan meninggal pada 17 Oktober 1968 di Singapura. Ia adalah salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando/ Korps Marinir) yang turut mengebom MacDonald House Singapura pada 10 Maret 1965 pada saat terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia.  Ia ditangkap di Singapura saat konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Bersama anggota lainnya bernama Usman, ia dihukum gantung oleh Pemerintah Singapura. Mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun 1968.

6. Halim Perdanakusuma

Lahir pada tahun 1922 di Kabupaten Sampang dan meninggal pada 1947 di Malaysia. Seorang tokoh awal dalam Angkatan Udara RI, yang terbunuh saat peristiwa Revolusi Nasional. Diangkat sebagai pahlawan nasional dari Jawa Timur pada tahun 1975. Ketahui juga mengenai perkembangan nasionalisme Indonesia. [AdSens-B]

7. Mohammad Hasjim Asy’arie

Lahir pada 1871 di Kabupaten Jombang dan wafat pada 1947 di Kab.Jombang. Beliau adalah salah seorang pemimpin dalam agama Islam dan pendiri Nadhlatul Ulama pada 1926 yang dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh atau Maha Guru. Ia mendirikan Pesantren Tebu Ireng yang menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad ke 20 pada tahun 1899 sepulangnya dari Mekah. Dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang. Pada tahun 1964 dikukuhkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah RI.

8. Marsekal Muda TNI Anm. Iswahyudi

Lahir pada 1918 di Surabaya dan wafat pada 1947 di Malaysia, ia adalah seorang tokoh awal atau perintis dalam Angkatan Udara RI dan terbunuh pada saat Revolusi Nasional karena pesawatnya tertembak jatuh, tetapi jenazahnya tidak ditemukan sampai saat ini. Gelar pahlawan nasional didapatkannya pada tahun 1975 dan namanya diabadikan sebagai nama Lanud Iswahyudi, Madiun.

9. Supriyadi

Juga dikenal dengan sebutan Sodancho Supriyadi lahir pada 13 April 1923 di Trenggalek dan tidak diketahui tanggal wafatnya karena berstatus sebagai orang hilang. Misteri keberadaannya sampai sekarang tidak pernah dipecahkan. Ia memimpin pemberontakan melawan pasukan pendudukan Jepang di Blitar sebagai perwira PETA pada Februari 1945. Ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Presidensial tetapi tidak pernah muncul sehingga digantikan oleh Imam Muhammad Suliyoadikusumo. Gelar pahlawan nasional disematkan pada tahun 1975.

10. Suroso

Raden Pandji Soeroso lahir pada 1893 di Porong, Sidoarjo dan wafat pada 1981. Ia adalah seorang politisi dan aktivis kemerdekaan yang mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun 1986. Ia adalah mantan Gubernur Jawa Tengah, mantan Menteri PU dan mantan anggota BPUPKI/PPKI. Juga pendiri dan sekaligus Ketua Induk Koperasi Pegawai Negeri RI.

11. Ario Soerjo

Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo lahir pada 1898 di Kab. Magetan dan wafat pada 10 September 1948 di Kab. Ngawi, adalah Gubernur Jawa Timur pertama sejak 1945-1948 pada saat terjadinya Revolusi Nasional. Ia berusaha membuat gencatan senjata dengan Komandan Pasukan Inggris di Surabaya pada 26 Oktober 1945 tetapi pertempuran tiga hari di Surabaya tetap terjadi pada 28-30 Oktober. Pada 9 November 1948 mobil yang ditumpanginya dan dua orang polisi dihentikan di Walikukun, Ngawi oleh pasukan pro-PKI dan mereka dibunuh. Ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1964.

12. Mas Isman

Lahir pada 1924 di Kab. Bondowoso dan wafat pada 1982 di Surabaya. Beliau adalah seorang pejuang kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda. Dikukuhkan sebagai seorang pahlawan nasional pada tahun 2015.

13. Mas Mansoerr / Mas Mansur

Lahir pada 1896 di Surabaya dan wafat pada 1946 di Surabaya. Ia adalah seorang sarjana Islam yang belajar di Mekkah dan Mesir yang kemudian bergabung dengan Sarekat Islam sepulang dari sana, dipercaya sebagai Penasihat Pengurus Besar SI. Ia masuk Muhammadiyah pada 1921 dan pemimpin Muhammadiyah pada 1937-1943, diangkat menjadi pahlawan nasional pada 1964.

14. Mas Tirtodarmo Haryono (M.T Haryono)

Lahir pada 1924 di Surabaya dan wafat pada 1965 di Lubang Buaya, Jakarta. Beliau adalah seorang Jenderal Angkatan Darat RI yang terbunuh pada peristiwa G 30 S PKI. Jenazahnya ditemukan pada 4 Oktober 1965 di Lubang Buaya. Gelar pahlawan revolusi didapatkannya pada tahun 1965.

15. Soekarno

Lahir pada 1901 di Surabaya dan wafat pada 1970 di Jakarta, ia adalah seorang aktivis  kemerdekaan yang membacakan Proklamasi Kemerdekaan, tokoh perjuangan kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Pada tahun 2012 Soekarno mendapatkan gelar pahlawan nasional.

16. Sukarni Kartodiwirjo

Lahir pada 1916 di Kab. Blitar dan wafat pada 1971 di Jakarta. Beliau adalah salah seorang tokoh kemerdekaan. Ia adalah otak yang terlibat dalam penculikan Soekarno- Hatta, tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia.  Kejadian itu dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok, 16 Agustus 1945. Kemudian menjadi diplomat dan politisi yang diangkat sebagai pahlawan nasional pada tahun 2014.

17. .H Abdul Wahid Hasyim

Lahir pada 1914 di Kab. Jombang dan wafat pada 1953 di Cimahi, beliau adalah seorang pemimpin Nadhlatul Ulama dan Menteri Agama Indonesia pertama. Beliau adalah ayah dari Presiden Indonesia keempat yaitu Abdurrahman Wahid dan merupakan anak dari Mohammad Hasyim Asy’ari. Pada 1964 gelar pahlawan nasional disematkan kepadanya oleh pemerintah.

18. Untung Surapati

Bernama asli Surawiroaji, lahir tahun 1660 di Bali dan meninggal tahun 1706 di Bangil, Pasuruan. Ia memimpin beberapa perlawanan melawan VOC, dan dikukuhkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975. Ia tercatat dalam Babad Tanah Jawi sebagai seorang rakyat jelata dan budak VOC yang kemudian menjadi seorang bangsawan dan Tumenggung Pasuruan.

19. Soetomo

Lahir pada 1888 di Ngepeh, Loceret, Kab. Nganjuk dan meninggal pada 1838 di Surabaya. Ia adalah seorang pengajar dari Jawa yang mendirikan Budi Utomo, organisasi pergerakan pertama di Indonesia bersama teman – temannya dari STOVIA. Melanjutkan studi kedokteran dari tahun 1919-1923 di Belanda, mendirikan Indonesian Study Club pada 1924 di Surabaya dan mendirikan Partai Bangsa Indonesia, lalu pada 1935 mendirikan Parindra. Mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun 1961. Ketahui juga mengenai sejarah berdirinya budi utomo dan sejarah partai parindra.

20. Sutomo

Lahir pada 3 Oktober 1920 di Surabaya dan meninggal 7 Oktober 1981 di Arab Saudi. Seorang pemimpin militer yang terlibat dalam Pertempuran Surabaya yang lebih dikenal sebagai Bung Tomo. Membangkitkan semangat rakyat untuk melawan usaha Belanda menjajah kembali melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran pada 10 November 1945 yang hingga kini dikenal sebagai Hari Pahlawan. Gelar pahlawan nasional didapatkannya pada tahun 2008. Ketahui juga apa penyebab pertempuran surabaya pada waktu itu.

21. Mayjen TNI Purn. Prof Dr. Mustopo

Lahir pada 1913 di Ngadiluwih, Kediri dan wafat pada 1986 di Bandung. Memimpin pasukan pada Pertempuran Surabaya, seorang dokter gigi yang bersekolah di Sekolah Kedokteran Gigi di Surabaya, dan mendirikan Kampus Kedokteran Gigi Dr. Moestopo. Mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 2007.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,




Post Date: Thursday 28th, March 2019 / 04:09 Oleh :
Kategori : Pahlawan